Hisyam Suhesa, S.T., M.M.

Guru di SMKN 4 Pandeglang...

Selengkapnya

PELAJARNYA BUKAN DEMONYA

Unjuk rasa atau demonstrasi ("demo") adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. Dan dalam penfertian lainnya adalah salah satu bentuk ekspresi intelektualitas yang bertujuan untuk menyampaikan aspirasi kepada penguasa, sifatnya secara langsung dan melibatkan massa. Dan ini biasanya terjadi karena upaya-upaya yang sifatnya diplomasi menemui jalan buntu. Dengan demo, pihak yang menjadi ‘korban’, memiliki posisi tawar karena membuka terlibatnya ‘pihak ketiga’ atau publik untuk turut menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.

Demonstrasi dengan pengerahan massa adalah kegjatan yang beresiko. Karena dalam kerumunan massa sangat tidak dapat ditebak gejolak emosionalnya. Apalagi pun sebuah kenyataan bahwa tidak sedikit dari mereka yang turun ke jalan membawa senjata tajam.

Rabu 25 September 2109 sejumlah pelajar SMK terlihat melakukan aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Mereka yang sebagian menggunakan seragam OSIS dan pramuka juga tampak menyanyikan yel-yel, menaiki pagar, memblokade jalan, bahkan melakukan aksi pemukulan terhadap polisi yang berjaga.

Menurut Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyebut aksi para pelajar itu adalah bentuk komformitas dengan kelompoknya. “Siapa yang masuk kelompok saya dan siapa yang bukan kelompok saya. Anak-anak ini kemudian takut kalau dia dianggap bukan sebagai kelompok saya, maka dia kemudian berangkat”.

Mengekspresikan diri dalam berbagai bentuknya, termasuk dalam demonstrasi, adalah bagian dari hak asasi. Tetapi, untuk bisa menjalankan perannya sebagai warga negara, anak butuh dukungan dan pendampingan agar bisa menyampaikannya dengan cara yang baik. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pembiasaan disiplin dan kemandirian di sekolah, penumbuhan kepedulian pada masyarakat, pemahaman tentang hukum dan nilai-nilai karakter lain yang penting, seringkali masih belum terimplementasikan dengan baik di berbagai bentuk pendidikan formal maupun non formal, di sekolah maupun di rumah.

Generasi se-usia ini sebetulnya masih labil, emosional, dan bahkan bisa nekad. Karena itu sangat berbahaya kalau ada demo ricuh. Anak-anak usia sekolah justru bisa lebih nekad dan mudah tebawa arus emosional massa.

pelajar adalah individu yang ikut dalam kegiatan belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Pelajar merupakan aset yang sangat penting bagi suatu negara. Karena generasi penerus bangsa yang diharapkan adalah pelajar yang nantinya dapat menjadi individu yang dapat memajukan agama, bangsa dan negara. Selain itu, pelajar yang diharapkan adalah generasi yang nantinya dapat membuat pergaulan sosial juga semakin baik.

Seorang pelajar yang baik harus mampu menempatkan dirinya dengan baik di lingkungan masyarakat. Karena sebagai seorang peserta didik, pengetahuan dan keterampilan yang telah diperolehnya atau dipelajarinya harus dapat menunjukkan bahwa dirinya lebih baik dibandingkan yang lain. Hal inilah yang menuntut agar pelajar dapat berperilaku sopan dan memiliki sifat-sifat yang baik yang nantinya dapat ditiru atau dicontoh oleh masyarakat yang berpendidikan rendah ataupun yang tidak berpendidikan.

Dan akhirnya Sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan formal memerlukan banyak hal yang mendukung yaitu antara lain kepentingan dan kualitas yang baik dari kepala sekolah dan guru, peran aktif dinas pendidikan atau pengawas sekolah, peran aktif orangtua dan peran aktif masyarakat sekitar sekolah. Akan tetapi orang tua juga tidak dapat menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah. Pendidikan anak dimulai dari pendidikan orang tua di rumah dan orang tua yang mempunyai tanggung jawab utama terhadap masa depan anak-anak mereka, sekolah hanya merupakan lembaga yang membantu proses tersebut. Sehingga peran aktif dari orang tua sangat diperlukan bagi keberhasilan anak-anak di sekolah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

search