Hisyam Suhesa, S.T., M.M.

Guru di SMKN 4 Pandeglang...

Selengkapnya
Menunggu Pahlawan Baru

Menunggu Pahlawan Baru

MENUNGGU PAHLAWAN BARU

Oleh : HISYAM SUHESA

Kurang Lebih Enam Puluh Tahun yang lalu Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno dalam sebuah pidatonya mengumandangkan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Betapa tidak, mereka para pahlawan yang telah mendahului kita telah rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia. Tanpa jasa mereka, kita tidak bisa menjadi bangsa dan negara Indonesia seperti sekarang.

Kerasnya penjajahan menjadikan Indonesia berdarah-darah dan kehilangan para pejuang kemerdekaan, banyak nenek moyang kita mati diterpa peluru panas, keringat bercucuran di tengah terik matahari karena menahan beban berat yang dipikul, sedangkan mereka yang ditangkap di pecut, di pukul bertubi-tubi bahkan ditembaki sampai mati. Sebuah potret kejahatan yang dilakukan pada masyarakat Indonesia oleh penjajah yang kejam tidak mengenal prikemanusiaan dan keadilan, hal ini menjadi catatan sejarah kesedihan yang diderita bangsa Indonesia.

Dalam masa perang merebut kemerdekaan mereka telah berjuang, berkorban jiwa dan raga hanya untuk satu tujuan, yaitu MERDEKA! Mereka tidak peduli pada tantangan sesulit apa pun yang menghadang perjuangan bahkan maut sekalipun. Mereka mendedikasikan diri secara total untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Tidak terbantahkan lagi para pahlawan nasional Indonesia telah berjuang demi kepentingan bangsa dan Negara, mereka mengesampingkan kepentingan pribadinya. Yang menjadi tujuan utama adalah kepentingan bangsa dan negaranya tercinta. Mereka pun telah mengajarkan kepada kita untuk menjadi bangsa yang mandiri. Bangsa yang tidak ditindas oleh penjajah. Bangsa yang tidak bergantung kepada uluran tangan bangsa lain. Dengan mempertaruhkan jiwa raganya, mereka berusaha merebut kemerdekaan ini. Kemudian, berusaha memajukan bangsa ini agar menjadi bangsa yang mandiri. Berpuluh-puluh tahun setelah semua perjuangan itu, tidak ada salahnya kalau kita belajar dari pahlawan bangsa ini.

pertanyaan sekarang apakah yang bisa kita ambil pengalaman dari para pahlawan dan masih adakah sosok pahlawan saat ini ?

Sepertinya kita perlu membaca ulang sejarah. Begitu banyak nilai-nilai yang bisa kita petik di dalamnya. Sayangnya sejarah hanya dijadikan ilmu sambil lalu, keberadaannya tidak terlalu penting.

Sadarkah kita bahwa ada banyak pahlawan palsu dan oknum sok pahlawan disekitar kita?. Mereka ada dimana-mana. Di tempat kerja bahkan pemerintahan mereka tidak sungkan menjilat pimpinan dan merusak rekan kerja demi posisi, gaji dan penghargaan. Mereka tidak malu membuat skenario kotor atau taktik busuk agar predikat mereka menjadi baik. Mereka tidak mengubahkan keadaan yang jelek, malahan makin membuat keruh suasana. Tapi ada juga pahlawan yang sesungguhnya. Merekalah yang sejak awal bertindak melakukan perubahan. Mereka tidak mengambil untung atas tindakan orang lain. Mereka menjadi korban bagi perubahan yang sesungguhnya. Kita butuh banyak pahlawan. Ada banyak hal yang salah dan banyak penyimpangan yang terjadi !

Untuk menjadi seorang pahlawan, seseorang tidak harus menjadi panglima besar, tentara, polisi, atau jabatan-jabatan yang berhubungan dengan senjata. Semua orang bisa menjadi sosok tersebut. Caranya ialah dengan berjuang membela kebenaran dan mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya demi kepentingan orang banyak.

Perjuangan bangsa ini untuk kemajuan Indonesia belum terlambat. Kita bukanlah pahlawan kesiangan. Banyak hal yang bisa dilakukan dan diperjuangkan demi tanah air. Tak harus seperti pahlawan kemerdekaan yang berjuang lewat senjata, kita bisa berjuang untuk bangsa ini lewat bidang-bidang yang dikuasai. Sains, teknologi, medis, hukum, dan bidang lainnya, dapat digunakan sebagai “senjata”.

Untuk menjadi pahlawan masa kini pun tidak perlu sampai mengorbankan nyawa dan mengeluarkan tetes darah penghabisan, seperti yang dilakukan para pejuang kemerdekaan dulu. Pahlawan masa kini cukup mengeluarkan keringat dan nyali yang besar untuk bisa mengubah lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik. Para penyelenggara negara seharusnya bisa menjadi contoh tentang kepahlawanan masa kini. Kekuasaan yang mereka miliki adalah modal besar untuk menjadi pahlawan dengan mengubah bangsa ini menjadi lebih baik. Namun, sayangnya, kekuasaan itu justru dimanfaatkan demi kepentingan pribadi dan golongan untuk menumpuk harta dan kekayaan lewat korupsi, alih-alih untuk kemakmuran rakyat.

Pahlawan kini memiliki generasi penerus, yaitu anak bangsa. Anak bangsa inilah yang akan menjadi penyokong kemajuan Republik Indonesia dan menjadi pahlawan masa kini. Tidak sedikit anak bangsa yang membanggakan Indonesia, membawa Indonesia pada kemajuan, mengharumkan nama bangsa dan buah-buah pikirannya menjadi panutan anak-anak lain.

Dan pada setiap perhelatan Pilkada, Pilgub maupun Pilpres sebagai ajang mencari pemimpin dan “calon pahlawan” daerah sudah saatnya kita menempatkan diri sebagai upaya berjuang mendapatkan pemimpin dan “calon pahlawan” yang baik. Tidak perlu mengorbankan nyawa, bukan pula mengorbankan materi. Namun berjuang menolak money politic, berjuang melawan manipulasi suara, berjuang menolak upaya menjadikan pilkada semata-mata sebagai ajang transaksi elite politik. Serta menanti kehadiran banyak orang yang mau berjuang guna memastikan integritas pelaksanaannya terjamin. Kita kawal agar tak dibajak oknum-oknum tertentu yang menciderai kepentingan umum, terlebih pengkhianat dan atau Pahlawan Kesiangan di daerah sendiri.

Kita berharap masih banyak lagi sosok pahlawan di Indonesia, yang cukup memulai langkah kecil untuk mengubah lingkungan sekitar dan yang utama tidak korupsi. Kita ingin lahir pahlawan-pahlawan baru yang mampu membangunkan raksasa tidur: Indonesia.

jika ingin menjadi 'pahlawan', jadilah pahlawan yang ada di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

search